Digital marketing vs marketing konvensional

Share your love

Dalam dunia bisnis terdapat banyak metode marketing yang bisa dilakukan, termasuk metode digital marketing maupun marketing tradisional. Namun ternyata kedua metode ini banyak dibanding-bandingkan dengan tajuk digital marketing vs marketing tradisional.

Menghadapi pola segmen pasar Indonesia yang sedang mengalami peralihan masif dari tradisional ke digital, banyak yang mulai membandingkan kedua metode marketing tersebut. Lalu seperti apa survey kelebihan dan kekurangan dari dua metode ini?

Mengenal Digital Marketing & Marketing Tradisional

Tidak menutup kemungkinan, sebagian orang bisa jadi belum mengenal istilah marketing tradisional maupun digital marketing. Jadi sebagai permulaan, pahami dulu bentuk keduanya lewat penjelasan singkat berikut:

1. Digital Marketing

Digital marketing adalah proses pemasaran produk, baik barang atau jasa, dengan bantuan elemen digital. Tentu saja karena ada elemen digital prosesnya akan lebih ringkas dengan pemanfaatan berbagai tools digital secara online, seperti media sosial, digital ads, website, atau marketplace.

Sistem pemasaran atau iklan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam platform hingga sosial media. Jadi bila saat berselancar online kamu menemukan iklan pop up, iklan display atau jenis iklan lainnya, maka kamu sedang melihat salah satu hasil dari digital marketing. 

2. Marketing Tradisional

Marketing tradisional merupakan metode pemasaran dengan cara non-digital, seperti brosur, event, iklan di TV, dan sebagainya. Umumnya marketing jenis ini minim menggunakan elemen digital kecuali saat membuat desain visual tertentu. Namun tetap saja proses iklan dilakukan secara manual, mulai dari memasang baliho hingga menawarkan produk secara langsung.

Dalam metode marketing ini juga masuk sales marketing. Fungsi dari seorang sales marketing adalah menawarkan produk langsung pada pelanggan dengan mengandalkan keahlian berkomunikasi secara lisan. Berbeda dengan digital marketing yang mengandalkan platform online untuk melakukan pemasaran.

Digital Marketing vs Marketing Tradisional

Banyak dibandingkan, digital marketing dan marketing tradisional pasti memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Untuk versi lengkapnya, bisa menggunakan tabel analisis metode marketing berikut ini:

Digital MarketingMarketing Tradisional
Perlu alat digital sebagai elemen utama pengerjaan bahan pemasaranTidak perlu alat digital untuk pengerjaan strategi pemasaran
Lekat dengan desain grafis, visual, konten, video, foto dan lainnyaLebih lekat dengan kemampuan komunikasi seorang sales untuk memasarkan produk
Bisa dikerjakan dengan jumlah tenaga kerja yang minimKurang optimal dikerjakan oleh tenaga kerja yang minim
Alur kerja marketing lebih singkatAlur kerja lebih panjang
Efektifitas pengerjaan lebih tinggi karena bisa dikerjakan secara singkatEfektifitas rendah karena dikerjakan manual dan dalam waktu yang relatif panjang
Hasil marketing masih bisa dilihat rekam jejaknya karena sistem penyimpanan file secara otomatisHasil marketing minim kecuali direkam dengan sengaja
Analisis kemauan pasar tidak bisa dilakukan secara instanAnalisis kemauan pasar bisa dilakukan secara instan
Tidak bisa berinteraksi langsung dengan konsumenBisa berinteraksi langsung dengan konsumen

Dari tabel digital marketing vs marketing tradisional di atas, bisa disimpulkan bahwa metode digital marketing lebih efektif digunakan untuk iklan produk dengan jangkauan global. Berbeda dengan marketing tradisional yang perlu dilakukan secara manual dengan jangkauan terbatas.

Namun dari segi analisis dan interaksi pasar, metode marketing tradisional lebih efektif untuk digunakan. Dibanding dengan metode digital, cara tradisional lebih banyak menimbulkan interaksi hingga bisa menganalisis kemauan pasar lebih akurat.

Keduanya masih cocok digunakan dalam lingkup bisnis ekonomi di Indonesia. Bahkan keduanya bisa dipadukan untuk membuat strategi marketing terbaru. Hal ini dapat dilakukan baik oleh perusahaan besar maupun badan UMKM. Dari pemaparan digital marketing vs marketing tradisional di atas mana yang menurut kamu lebih efektif untuk digunakan? Adaptasi berbagai metode secara bersamaan bisa saja dilakukan. Siapa tahu profit berlipat bisa didapatkan dari penggabungan keduanya.

Share your love