Tahukah Kamu, Siapa Pencetus Business Model Canvas?

Share your love

“Anda tidak dapat menulis tentang inovasi model bisnis tanpa melakukannya” – Pigneur.

Bagi para pengusaha, merancang strategi bisnis dengan baik adalah hal yang sangat penting. Perumusan strategi bisnis dapat dicapai dengan salah satu alat bantu paling efisien dalam perumusan model bisnis, yakni business model canvas.

Secara sederhana dan ringkas, pengertian dari business model canvas adalah struktur atau model yang dipersiapkan untuk membuat rancangan strategi bisnis yang akan dijalankan. Business model canvas dapat digunakan secara terstruktur dan sistematis untuk memahami, merancang dan menerapkan bagaimana bisnis akan dijalankan. Model bisnis ini terdiri dari 9 kotak yang dipetakan dalam bagan visual, dengan fokus pada nilai organisasi, pelanggan, sumber daya dan kemampuannya, serta pendapatan dan pengeluaran.

Oleh karena itu, business model canvas telah mencapai kesuksesan luar biasa dan dikenal oleh para pengusaha dan konsultan, tak luput oleh kalangan mahasiswa bisnis karena materi ini telah diajarkan hampir di setiap sekolah bisnis di seluruh dunia. Tentunya akan sangat menarik bila mengetahui bagaimana model bisnis ini dikembangkan.

Model bisnis ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2005 oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Alex Osterwalder adalah seorang entrepreneur, pembicara, konsultan, dan ahli teori manajemen.

Ide pertama muncul saat Osterwalder sedang menyelesaikan disertasi doktoral di bawah bimbingan Pigneur. Untuk merancang sebuah alat bantu perumusan strategi, ia ingin membangun fondasi untuk seperangkat alat bantu manajemen berbasis komputer.

Setelah bertahun-tahun dihabiskan dengan konsultasi mengenai disertasinya, ia membangun usahanya yang bernama Business Model Foundry yang kemudian berganti nama menjadi Strategyzer, yang merupakan usaha aktif untuk menawarkan layanan terkait business model canvas.

Ide kedua berangkat dari Pigneur yang ingin mengembangkan daftar lengkap dari tipe model bisnis yang memungkinkan untuk sebuah bisnis menghasilkan keuntungan. Pigneur mendapat ide untuk mencirikan model bisnis di perusahaan secara mendalam. Namun, karena pengembangan tipologi cukup sulit, ide tipologi model bisnis dirilis 20 tahun kemudian, yakni pada tahun 2010.

Kunci terakhir yang mendasari pengembangan business model canvas adalah eksperimen model bisnis. Osterwalder dengan membangun Business Model Foundry. Lalu, Pigneur menguji canvas bersama mahasiswanya di University of Lausanne. Eksperimen ini menghasilkan bentuk kanvas 9 kotak yang dipakai hingga saat ini.

Pigneur menjelaskan bahwa ide pengujian model bisnis membantu menemukan perspektif yang menyatakan bahwa sains harus mengembangkan artefak yang digunakan dalam bidang manajemen. Paradigma ini merupakan inti dari disertasi Osterwalder dan empat buku yang kemudian diterbitkan, karena setiap bukunya berisikan 1 bab untuk pengujian.
Secara keseluruhan, dapat diketahui bahwa selama pengembangan business model canvas yang sejak awal menjadi ide mereka, Osterwalder dan Pigneur melihat dunia secara perspektif yang luas dan menerapkannya dalam pengembangan kanvas. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan business model canvas: tidak hanya sebagai ide namun menjadi tools strategi yang harus diuji dan diperkaya dengan model bisnis terbaik. Osterwalder dan Pigneur tidak hanya menulis publikasi mengenai gagasan pengujian model bisnis, melainkan mereka telah menerapkannya pada bisnis mereka sendiri.

Share your love