Mengenal Go-to-Market Strategy

Share your love

Strategi GTM atau Go-to-Market Strategy adalah salah satu upaya untuk meningkatkan peluang bisnis ketika sebuah bisnis meluncurkan produk barunya ke pasar. Tidak mudah sebuah brand baru untuk masuk ke pasar, namun dengan strategi yang tepat brand tersebut bisa diterima dengan baik.

Strategi GTM terbagi menjadi dua jenis yakni untuk produk dan penjualan. Prinsip pada saat melakukan GTM produk adalah bermain volume dan memberikan penawaran untuk menarik pelanggan lebih dulu. Sementara itu GTM penjualan berfokus pada pencapaian penjualan yang tinggi.

Apa yang Dimaksud dengan Go-to-Market Strategy

Berbicara mengenai definisi, strategi GTM merupakan sebuah rencana untuk membantu bisnis dalam menentukan siapa pelanggannya, mengirim pesan ke pelanggan tersebut, dan melakukan promosi produk terutama produk baru yang akan diluncurkan.

GTM ini relevan untuk siapa pun, dalam artian baik individu maupun perusahaan, yang ingin meluncurkan produk dalam sebuah pasar yang sudah ada maupun pasar baru, bisa melakukan strategi ini.

Pentingnya Strategi GTM untuk Bisnis

Dalam menghadapi pasar dan persaingan, mempunyai strategi yang tepat dan cerdas seperti strategi GTM ini sangatlah penting. Alasannya adalah karena strategi ini bisa memberikan berbagai informasi yang perusahaan butuhkan dalam bersaing di pasar besar.

Adapun yang memerlukan penerapan strategi GTM ini antara lain seperti perusahaan besar yang akan melakukan penawaran baru, bisnis start-up yang akan memasarkan produk baru, atau bisnis dalam skala apa pun yang ingin meluncurkan produk lama yang diinovasi untuk kembali ke pasar.

4 Faktor Utama dalam Strategi GTM

Keberhasilan dari penerapan Go-to-Market Strategy ini ditentukan oleh 4 faktor utama berikut :

  1. Product Market Fit

Factor pertama yakni product market fit yang berarti produk atau jasa yang akan diluncurkan memang sesuai dengan kebutuhan pasar. Produk atau jasa tersebut dianggap mampu untuk memecahkan solusi dari permasalahan yang dihadapi calon konsumen saat itu.

  1. Target Audiens

Melihat target audiens tentunya hanya bisa dilakukan jika sudah melakukan segmentasi pasar dan memetakan siapa saja target pasar bisnis. Dari sana, bisa dianalisis seberapa besar kemungkinan target audiens rela membayar untuk produk atau jasa yang akan diluncurkan.

Menentukan target audiens berarti perusahaan sudah melihat adanya masalah yang terjadi dan mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh target audiens tersebut.

  1. Persaingan dan Permintaan

Anda harus pintar-pintar melihat apakah bisnis saingan sudah meluncurkan produk serupa atau apakah pasar sudah jenuh dengan produk yang akan diluncurkan.

  1. Distribusi

Distribusi ini meliputi media apa saja yang akan digunakan untuk menjual produk/jasa yang dimiliki. Bisa berupa toko offline, marketplace, website, aplikasi, atau reseller resmi.

Tahap-Tahap Melakukan Strategi GTM

Ada beberapa Langkah yang harus dilakukan ketika perusahaan akan melakukan Go-to-Market Strategy, di antaranya yaitu:

Mengetahui Persona Konsumen

Persona konsumen yang dimaksud adalah peran, posisi, atau profil tiap target audiens atau konsumen dari produk atau jasa yang akan diluncurkan.

Membuat Value Matrix

Value matrix atau matriks nilai adalah sebuah diagram peringkat melihat posisi konsumen dan pesaing-pesaing kita. Bentuk diagram matriks yang digunakan ada banyak contohnya, dan dapat ditemukan dengan mudah di internet.

Matriks ini berfungsi untuk mencari tahu masalah apa yang dihadapi oleh tiap persona konsumen, tapi solusi belum ditawarkan oleh pesaing.

Mengetahui Consumer’s Journey

Consumer’s journey merupakan “perjalanan” konsumen dari awal seorang konsumen mengenali sebuah brand, memutuskan untuk membeli produk/jasa brand tersebut dan menggunakannya, hingga memutuskan untuk membeli lagi atau merekomendasikannya ke calon konsumen lain.

Menentukan Strategi Marketing

Ada bermacam-macam strategi marketing yang bisa digunakan, baik terkait marketing tradisional yang bersifat offline seperti menyebarkan brosur dan memasang banner, maupun digital marketing yang memanfaatkan platform online seperti konten media sosial. Sesuaikan strategi dengan produk atau jasa yang ingin diluncurkan di pasar.

Koordinasi dengan Tim Pendukung

Terakhir lakukan koordinasi dengan supporting team atau tim pendukung agar terbentuk tim yang solid, kompak dan satu suara ketika produk akan diluncurkan.

— — —Sekian informasi singkat mengenai strategi GTM. Semoga penjelasan mengenai Go-to-Market Strategy di atas dapat memberikan wawasan baru untuk para pebisnis yang sedang bersiap-siap untuk meluncurkan produk terbarunya di pasaran.

Share your love