Menilik Strategi Branding dan Marketing Melalui Live Shopping pada Marketplace

Share your love

Penjualan barang online secara live shopping belakangan ini sangat populer. Live shopping adalah penjualan online dengan format video berupa siaran langsung untuk berinteraksi antara brand dengan pembeli. Tidak jelas kapan strategi live shopping dikenal oleh publik, tetapi pada tahun 2019 dan efek dari pandemi Covid-19 memberikan situasi yang sempurna untuk melejitkan strategi branding dan marketing.

Sebagai pelaku sebuah bisnis, host dan pembawa acara live shopping dapat lebih leluasa dalam merespons pertanyaan atau komentar audiens. Sedangkan dari sisi audiens, dapat memberikan umpan balik dengan mengajukan pertanyaan tentang brand dan produk pada kolom komentar. Interaksi dua arah seperti itu mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk atau brand. Selain itu, usaha untuk mengenalkan nilai-nilai brand kepada konsumen dapat diterapkan.

Dengan memadukan promosi dan hiburan menjadi sebuah format tayangan, hal tersebut menjadi alasan audiens menyukai live shopping. Namun, biasanya live shopping berlangsung dalam batas waktu tertentu dan cenderung tidak terlalu lama, sehingga proses transaksi jual beli berlangsung dalam waktu yang cepat dan singkat.

Meski terlihat mudah, melakukan live shopping untuk membangun sebuah brand perlu strategi khusus. Mari kita lihat lebih dekat beberapa strategi live shopping yang dapat diterapkan.

  1. Ciptakan interaksi yang seru

Perbedaan yang signifikan antara belanja offline dan online adalah interaksi. Dengan melakukan penjualan secara online harus memberikan pengalaman komunikasi dengan audiens dengan cara yang menarik. 

  1. Menunjukkan cara pemakaian dan manfaat produk selama live stream

Siaran langsung dapat dimaksimalkan dengan memperlihatkan produk, menunjukkan cara pemakaian dan menjelaskan manfaat produk agar membuat audiens semakin yakin untuk membeli produk. Dikutip dari kompas.com, beberapa brand perlengkapan rumah tangga seperti Tineco, Ecovacs, Serba-Serbi Rumah dan Serba 99 telah membuktikan keberhasilan strategi tersebut.

  1. Memberikan promosi produk

Memberikan promosi secara cuma-cuma kepada konsumen tidak ada salahnya. Promosi dan diskon akan dapat menarik pengunjung untuk datang langsung. Efektivitas strategi ini sudah dibuktikan oleh Jims Honey lewat program TikTok Shopping Hoki Sale, brand fashion lokal tersebut memberikan giveaway produk dan mengadakan flash sale apabila kanal siaran langsung telah mencapai 500.000 likes. Berkat strategi tersebut Jims Honey mampu menggaet 1 juta penonton.

  1. Perilisan produk

Brand besar seperti Apple, Samsung dan Nestle memanfaatkan siaran langsung untuk mempromosikan perilisan produk terbaru mereka. Strategi ini akan memberikan perasaan yang mendalam dan rasa percaya terhadap produk yang baru dirilis. Terlebih, dengan menyaksikan perilisan produk baru akan menimbulkan perasaan eksklusif dan ketertarikan terhadap kepemilikan produk dari sebuah brand.

  1. Berkolaborasi dengan kreator konten

Melakukan kolaborasi dengan kreator konten dan influencer dengan target audiens yang relevan akan membantu menarik minat audiens terhadap brand, selain itu dapat meningkatkan interaktivitas saat live shopping berlangsung.

TIkTok Shopping membeberkan bahwa kolaborasi antara brand dan kreator konten pada program live shopping, seperti TikTok Shopping Hoki Sale berhasil meningkatkan gross merchandise value (nilai pembelian yang dilakukan oleh pengguna dalam waktu tertentu dan pada platform tertentu) naik hingga 411% dan penjualan sampai 564%.

Itulah beberapa strategi khusus yang dapat dipraktikkan dalam mengaplikasikan live shopping untuk melakukan promosi dan penjualan produk. Bagaimana? apakah Anda siap untuk melakukan live shopping demi penjualan produk yang melejit?

Share your love