Pahami Posisi Bisnis untuk Strategi Maksimal Profit

Share your love

Dalam dunia bisnis tentu saja berbagai strategi dilakukan untuk memaksimalkan berbagai kemungkinan. Termasuk dalam hal mendapat profit, setiap perusahaan pasti punya strategi maksimal khusus untuk mencapai target profit tertentu. 

Strategi bisnis bukan sekadar metode atau cara yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu, tapi juga bekerja sebagai penentu arah bisnis. Bahkan strategi banyak digunakan sebagai metode untuk identifikasi berbagai elemen bisnis.

Strategi Maksimal Profit berdasar Posisi Bisnis

Strategi yang digunakan oleh perusahaan biasanya tergantung pada posisi bisnis. Misalnya saat posisi bisnis sedang netral, maka strategi apa yang sebaiknya digunakan? Lalu apa saja jenis strategi untuk profit, berdasarkan posisi bisnis tersebut?

1. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy)

Strategi bisnis ini berfokus untuk melakukan pengembangan berbagai aspek agar tidak tertinggal dari pihak kompetitor.

Dengan mengadaptasi berbagai hal baru dan mengembangkan berbagai aspek sesuai tren, biasanya strategi ini diaplikasikan saat posisi bisnis sedang dalam keadaan di bawah nilai target. 

Artinya butuh pembaharuan untuk bisa menyamai kedudukan atau melampaui kedudukan dengan kompetitor secara konstan. Strategi ini juga dilakukan untuk menjaga pelanggan agar tidak beralih untuk menggunakan produk dari pesaing.

Tidak hanya untuk skala perusahaan besar, strategi bisnis ini juga bisa diadaptasi oleh pelaku usaha menengah.

2. Strategi Produk Diferensiasi

Produk adalah output suatu perusahaan untuk digunakan oleh orang banyak. Namun apa jadinya bila pengguna mulai bosan dan nilai pembelian produk menurun signifikan? Untuk menghadapi posisi perusahaan yang seperti ini bisa menggunakan strategi produk diferensiasi.

Bukan hanya mengganti sepenuhnya produk yang disebar ke pasar, pihak perusahaan atau UMKM bisa melakukan pembedahan sifat atau bentuk produk, agar ketika promosi produk terlihat produk kita lebih memiliki nilai pembeda dengan keunggulan yang lebih menonjol dibandingkan kompetitor.

3. Strategi Harga

Banyaknya strategi ini diadaptasi oleh bisnis dengan posisi pemula. Di mana produk yang diluncurkan akan dikenakan harga yang lebih tinggi untuk mendapat modal balik. Patokan harga tinggi diambil dari harga produk kompetitor.

Strategi ini juga bisa mendatangkan profit yang lebih tinggi di awal hanya dengan berbekal value proposition atau proposisi nilai. Selanjutnya untuk menjaga animo pembeli, pihak perusahaan bisa menggunakan metode pemotongan harga. 

4. Strategi Konten

Berbekal digitalisasi yang amat gencar akhir-akhir ini, strategi konten bisa secara aktif menaikkan profit.

Dengan sistem digital, konten yang dibuat tidak perlu melulu memiliki dana atau biaya yang tinggi maupun menggunakan model terkenal. Konten bisa dikemas secara praktis sesuai value atau nilai bisnis dan tetap mengedepankan teknik pemasaran.

Terlebih, ada banyak wadah digital yang bisa dimanfaatkan secara gratis untuk mengiklankan produk. Produksi konten hingga distribusinya perlu dilakukan oleh para pakar konten agar tepat sasaran. Selanjutnya bentuk tim responsif untuk menyediakan kolom interaktif yang memadai dengan pelanggan.Strategi maksimal profit mana yang paling menarik? Terlepas dari posisi perusahaan, setiap strategi bisa diimplementasikan asal pihak perusahaan berani mengambil resiko bahkan hingga resiko paling buruk sekalipun.

Share your love