Performance VS Profit dalam UMKM

Share your love

Performance dan profit merupakan dua faktor yang sama penting bagi usaha kecil dan menengah (UMKM). Keduanya memiliki peran yang sama-sama vital dalam menentukan kesuksesan sebuah bisnis, meskipun masing-masing memiliki fokus yang berbeda.

Meskipun keduanya penting, performance dan profit tidak selalu saling berkaitan atau bahkan berbanding lurus. Bahkan kadang yang satu dianggap lebih penting dari yang lainnya Padahal, performance yang baik tidak menjamin profit yang tinggi, dan begitu pula sebaliknya.

Lalu bagaimana untuk menyeimbangkan keduaya? Mari kita beda satu-satu.

Apa itu Performance? Bagaimana cara mengukurnya?

Performance mengacu pada seberapa baik sebuah usaha menjalankan kegiatannya dan mencapai tujuannya. Ini dapat diukur dengan berbagai cara, seperti efisiensi, produktivitas, dan kepuasan pelanggan. Dalam banyak usaha makanan, performance dapat diukur dari seberapa banyak paket makanan yang terjual dalam jangka waktu satu bulan atau satu tahun.

Performance biasanya memiliki kaitan erat dengan growth atau pertumbuhan usaha. Growth sering menjadi merupakan tujuan utama bagi banyak UMKM. Tumbuh dan berkembang merupakan suatu keharusan bagi UMKM agar dapat bersaing di pasar yang semakin ketat. Tumbuh dan berkembang juga dapat membawa manfaat bagi UMKM, seperti meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan omset, dan meningkatkan keuntungan.

Namun, tumbuh dan berkembang tidak selalu mudah bagi UMKM. Banyak UMKM yang mengalami kendala dalam hal ini, seperti persaingan yang semakin ketat atau keterbatasan modal, padahal perkembangan sebuah bisnis, baik dalam skala UMKM sekali pun, butuh biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, seorang pengusaha UMKM perlu membuat rencana yang matang dan mengelola bisnis dengan baik untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Sebuah usaha yang memiliki growth dan performance yang baik akan mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk atau jasa yang diberikan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Apa itu Profit? Bagaimana cara mengukurnya?

Profit, di sisi lain, merupakan jumlah keuntungan yang dihasilkan oleh usaha tersebut. Ini bisa diukur melalui rasio keuangan seperti margin laba kotor, margin laba bersih, dan return on investment (ROI).

Sebuah usaha yang memiliki profit tinggi akan mampu membayar biaya operasi, membayar kembali modal yang diinvestasikan, serta menghasilkan keuntungan yang memadai bagi pemilik usaha. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa bisnis tersebut dapat mengelola keuangan dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Performance vs Profit, mana yang lebih penting?

Baik performance maupun profit, keduanya sama penting. Performance yang baik dapat membantu UMKM meningkatkan keuntungan di masa depan dengan cara menghemat biaya dan meningkatkan penjualan. Profit yang tinggi dapat membantu menjaga performance yang optimal.

Namun performance dan profitability tidak selalu saling berkaitan. Sebuah bisnis dapat memiliki performance yang baik tapi tidak profitable, atau sebaliknya.

Misalnya, sebuah bisnis dapat memiliki produktivitas yang tinggi dan efisiensi yang baik, namun jika harga jual produknya terlalu rendah atau biaya yang dikeluarkan terlalu tinggi, maka bisnis tersebut tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup.

Sebaliknya, profit yang tinggi tapi performance buruk, tidak akan membantu usaha tersebut bertahan lama.

Cara menyeimbangkan performance dan profitability

Meskipun kedua konsep ini sangat penting, tidak selalu mudah untuk menyeimbangkan antara performance dan profit dalam sebuah UMKM. Hal ini disebabkan karena adanya kendala-kendala seperti keterbatasan modal, persaingan yang ketat, dan perubahan kondisi pasar yang cepat.

Sesungguhnya tidak ada formula pasti untuk mencapai keseimbangan antara performance dan profitability. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan kedua konsep tersebut dalam sebuah UMKM, antara lain:

1. Menentukan tujuan bisnis yang jelas dan terukur

Mana yang menjadi prioritas utama, performance atau profit? Hal ini akan membantu UMKM untuk menetapkan target performance dan profit yang ingin dicapai, sehingga dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mencapainya.

2. Menyeimbangkan biaya dan pendapatan

UMKM harus memahami komponen biaya yang diperlukan untuk menjalankan usaha, serta menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya tersebut. Ini akan membantu UMKM untuk meningkatkan margin laba kotor dan margin laba bersih.

3. Meningkatkan efisiensi produksi

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh UMKM untuk mencapai keseimbangan antara performance dan profit adalah dengan mengelola biaya dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pembelian bahan baku dan mencari supplier yang menawarkan harga yang lebih baik.

Selain itu, pengusaha UMKM juga dapat mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan efisiensi proses bisnis, misalnya dengan menggunakan teknologi yang sesuai atau mengelola waktu dengan lebih baik.

4. Memperhatikan tren pasar untuk meningkatkan harga jual

UMKM juga perlu memperhatikan tren pasar dan kebutuhan pelanggan untuk menentukan harga jual yang tepat. Misalnya, jika sebuah UMKM menjual produk atau jasa yang banyak dicari oleh pelanggan, maka UMKM tersebut dapat menaikkan harga jualnya sedikit demi meningkatkan profitabilitas.

Namun, jika harga jual terlalu tinggi, maka UMKM tersebut dapat kehilangan pelanggan dan menurunkan penjualannya, sehingga malah menurunkan profit.

5. Meningkatkan jumlah pelanggan

UMKM juga dapat meningkatkan profit dengan meningkatkan jumlah pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan upaya dalam bidang promosi dan pemasaran, meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan yang dihasilkan.

Kesimpulannya, performance dan profit merupakan dua tujuan utama bagi banyak UMKM. Keduanya merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan sebuah bisnis, namun tidak selalu bertentangan dan dapat dicapai secara bersamaan jika dikelola dengan baik.

Walau tidak ada formula pasti untuk mencapai keseimbangan antara performance dan profit, namun UMKM dapat memulainya dengan membuat rencana yang matang dan memonitor kinerja operasional secara teratur. Dengan demikian, UMKM dapat mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi dan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.

Dengan mengelola performance dan profit dengan baik, sebuah UMKM tentu dapat mencapai kesuksesan dan kelangsungan bisnis yang diinginkan.

Share your love