UMKM dan Tantangan yang Sering Dihadapi, Bagaimana Mengatasinya?

Share your love

Semua usaha, kecil atau besar, pasti memiliki masalah yang dihadapi. Namun, semua masalah pasti bisa diatasi dengan solusi yang tepat. UMKM merupakan salah satu jenis usaha di Indonesia yang memiliki berbagai macam tantangan dalam proses menjalankan bisnisnya. Jika tantangan tersebut tidak diatasi, maka pertumbuhan UMKM akan terhambat dan akan kalah bersaing dengan usaha-usaha besar lainnya. 

Apa saja tantangan yang sering dihadapi dalam pengembangan UMKM? Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Yuk, mari kita bahas masalah yang dihadapi dan apa saja solusi untuk mengatasinya!

  1. Kurangnya modal usaha

Modal merupakan salah satu hal terpenting dalam menjalankan sebuah usaha, namun sering kali menjadi suatu masalah. Ketika memulai sebuah usaha, kebanyakan pelaku usaha memiliki modal yang minim sehingga menghambat kegiatan produksi dan tidak dapat memaksimalkan pemasukan.

Masalah ini dapat diatasi dengan cepat karena saat ini para pelaku usaha UMKM bisa mendapatkan bantuan modal usaha dengan mudah. Anda bisa mendapatkan pinjaman modal dengan mendaftarkan UMKM kepada pemerintah untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Koperasi & UKM dan Kementerian Sosial. Selain itu, Anda juga dapat melakukan penggalangan dana (crowdfunding) yang dihadirkan platform teknologi finansial (fintech) terdaftar yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

  1. Pembukuan yang masih dilakukan secara manual

Meskipun teknologi sudah lebih maju, masih banyak pelaku usaha yang melakukan pembukuan secara manual. Cara ini dianggap tradisional dan sudah tidak efisien karena dapat meningkatkan potensi kesalahan dalam memasukkan jumlah transaksi, atau kehilangan seluruh catatan keuangan yang akan menjadi penghambat dalam proses bisnis UMKM.

Oleh karena itu, disarankan bagi pelaku usaha yang masih melakukan pembukuan secara manual untuk beralih ke pembukuan digital dengan menggunakan aplikasi atau sistem pembayaran online yang sudah terintegrasi. Pembukuan otomatis akan memudahkan pelaku usaha, terutama UMKM, agar dapat menghemat waktu dan mengurangi potensi kerusakan, kesalahan, serta kehilangan data keuangan.

  1. Kurangnya pengetahuan mengenai pengembangan usaha & teknologi

Sering kali seseorang kebingungan dalam mengembangkan usaha karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut. Terlebih lagi di era yang serba digital, para pelaku usaha dituntut untuk menggunakan teknologi agar dapat melakukan penjualan dan pemasaran secara online. Namun, hal ini menjadi masalah dalam pengembangan UMKM karena tidak semua orang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi.

Jika Anda termasuk salah satu para pelaku usaha yang memiliki masalah ini, maka solusi yang tepat adalah mempelajari lebih dalam tentang teknologi secara bertahap. Mempelajari tentang teknologi dapat dimulai dengan bergabung di komunitas UMKM untuk bertukar ilmu dan pendapat dengan sesama pelaku usaha, lalu mengikuti berbagai macam kelas online, workshop, dan training mengenai pengembangan usaha di era digital.

  1. Sulit menentukan platform yang tepat untuk melakukan pemasaran digital

Banyaknya platform digital membuat para pelaku usaha kebingungan untuk memilih platform yang tepat untuk memasarkan produknya. Pemilihan platform yang kurang tepat akan menghasilkan pemasaran digital yang tidak maksimal, sehingga potensi keuntungan yang diperoleh juga belum optimal.

Solusi untuk masalah ini adalah coba pahami target audiens usaha Anda terlebih dahulu. Dengan memahami target audiens, Anda dapat mempelajari hal-hal yang disukai, kebiasaan, serta platform apa yang sering digunakan oleh mereka. Setelah mengetahui platform yang sering digunakan oleh, Anda dapat membuat strategi pemasaran digital yang sesuai dengan selera target audiens.

Untuk menambah ilmu pemasaran digital, Anda juga dapat mengikuti kelas online, workshop, serta bootcamp mengenai dunia digital marketing.

Share your love